Jumat, 12 April 2013

UTS 2012/2013

UTS 2012/2013

1. Uraikan secara singkat dan padat proses pembelajaran yang kelompok anda RENCANAKAN. Beri ulasan atas uraian tersebut berdasarkan tinjauan paedagogi praktis abad 21. 

Proses pembelajaran yang kelompok kami rencanakan adalah proses pembelajaran yang melibatkan praktek langsung dari anak-anak. Pada awalnya kelompok berencana akan melakukan pengajaran yang melibatkan barang bekas sebagai media pembelajaran utama berupa kardus bekas. Kardus bekas nantinya akan dibentuk menjadi bingkai foto. karena itulah thema dari  pengajaran ini adalah pemanfaatan kardus bekas menjadi bingkai foto.

Hal ini dilakukan untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak bahwa barang bekas masih dapat diolah kembali menjadi barang yang lebih berguna dimana terdapat nilai estetika juga dalamnya. Kegiatan ini direncanakan dilakukan di TPA Gardenia dengan melibatkan anak-anak dengan usia 4-5 tahun sebanyak 10 orang. Namun setelah dikonsultasikan dengan Dosen Pengampu mata kuliah, kelompok kembai mempertimbangkan partisipan/anak-anak mana yang akan diajarkan. Pada akhirnya kelompok memutuskan untuk melibatkan anak-anak yang berada di sekitar lingkungan rumah yang berada di Sekolah Dasar sebanyak 3 orang. Karena menurut kelompok anak-anak SD lebih tepat diberikan pengajaran seperti yang direncanakan, dimana kemampuan motorik halusnya sudah lebih baik dan berkembang.

Bahan-bahan yang dibuthkan untuk menjalankan proses pembelajaran ini akan disiapkan oleh kelompok dan sudah akan dibentuk dlu pada awalnya, sehingga ketika pengerjaannya anak-anak tidak terlalu mendapatkan kesulitan dan mudah dalam pengerjaannya. 

Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Kardus bekas
2. Doeble tip
3. Gunting
4. Kertas Origami sebagai hiasan
5. Kertas majalah sebagai pengganti foto
6. Pelastik kaca

Perencanaan yang telah diuraikan memiliki kesesuaian dengan Paedagogi Praktis abad ke-21 dalam pembahasan tentang Paedagogi Ilmiah dan Praktis. Kelompok berencana akan menjelaskan bahwa barang bekas memiliki banyak fungsi. Barang bekas dapat diolah lagi menjadi sesuatu yang lebih berharga, bernilai dan bermanfaat. Salah satunya menggunakan kardus bekas sebagai bahan dasar dalam pembuatan bingkai foto. Hal ini berhubungan dengan paedagogi sebagai sebuah teori yaitu pengajaran yang dilakukan bersifat ilmiah. 

Setelah menjelaskan dan memperkanalkan kegunaan barang bekas ini, maka yang dilakukan selanjutnya adalah   mempraktekkan bagaimana cara pemanfaatan barang  bekas tersebut, yang dalam hal ini adalah memanfaatkan kardus bekas sebagai bahan dalam pembuatan bingkai foto. Ketika teori yang telah dijelaskan diprektekkan secara langsung, maka hal ini berkaitan dengan Paedagogi praktis. Kekuatan paedagogi ilmiah adalah membuat pembelajaran semakin praktis 


2. Uraikan secara singkat dan padat tentang HASIL OBSERVASI dari proses pembelajaran kelompok anda. Beri evaluasi atas uraian tersebut berdasarkan tinjauan paedagogi, tik dan fenomena kontemporer. 

Ketika hari pelaksanaan, jumlah anak yang mengikuti proses pengajaran menjadi 4 orang, antara lain, Gabriel, Stefanus, Willi, dan Tari. Keempat anak ini merupakan anak SD dan semuanya satu kelas. Selain itu ada juga anak balita, keponakan salah satu anggota yang ikut hanya untuk menononton saja. Komunikasi anatara anak berjalan dengan baik karena sudah saling mengenal, hal terlihat dari candaan anak-anak, tertawa bersama dll.
Ketika anggota kelompok menjelaskan tentang teori barang bekas, anak-anak memeperhatikannya dengan focus. Hal ini terlihat dari pandangan anak-anak yang tertuju pada orang yang berbicara dan akntif dalam bertanya. Ketika diajukan pertanyaan anak-anak juga aktif menjawab. Berikut ini akan diuraikan hasil dari observasi untuk masing-masing anak

  • Willi : Saat anggota kelompok mulai memberi instruksi kepada anak-anak tetang bagaimana cara membuatnya, Willi sering sekali langsung melakukan sesuatu tanpa diinstruksikan terlebih dahulu dan mendesak anggota kelompok untuk menjawab setiap pertanyaan mereka terkait penggunaan benda-benda yang sebenarnya belum diinstruksikan. Di tengah-tengah proses pembelajaran, willi duduk menjauh dan meninggalkan pekerjaannya dengan bermain seruling. Willi tidak lagi melihat ke arah pembicara dan sudah sibuk dengan alat musiknya.
  • Stefanus: Selalu focus dalam mendengarkan, terlihat dari kemaunnya melakukan segala sesuatunya setelah diberi indtruksi. Stefanus tidak banyak berbicara. Berbicara saat dia mengalami kesulitan dalam pengerjaannya dengan brtanya langsung kepada anggota keompok. Ketika ditanya stefanus juga langsung menjawab.
  • Gabriel : sama halnya dengan Willi, Gabriel juga cenderung melakukan sesuatu sebelum diinstruksikan menanyakan setiap benda kapan akan digunakan. Gabriel banyak bertanya. Sekali terlihat Gabriel memukul kepala tari. Gabriel juga menukarkan hasil kerjanya dengan hasil kerja anggota kelompok ditengah-tengah proses pembuatan tanpa seijin anggota kelompok.  
  • Tari : melakukan segala sesuatu dibawah instruksi, menjawab ketika ditanyakan, dan bertanya ketika butuh bantuan. Selama proses pembuatan, Tari tidak banyak berbicara. Tari mencoba membuat hasil kerjanya terlihat sempurna terlihat dari perilakunya yang mengulang-ulang setiap tahap pengerjaan bingkai.
Ditinjau Dari Teori Paedagogi, TIK, dan Fenomena Kontemporer
Dimulai dengan menjawab pertanyaan esensial
  • Bagaimana Mengelola pembelajaran dengan baik?
Untuk mengelola pembelajaran degan baik, pertama kali kelompok kami memulai dengan penjelasan beberapa teori yang bersifat ilmiah. Menjelaskan bagaimana pemanfatan dari barang bekas. Selanjutnya dengan melakukan praktek langsung dalam suasana yang menyenangkan.
  • Bagaimana menjakau anak-anak secara individual?
Kelompok pertama-tama memperkenalkan diri secara pribadi. selanjutnya memita anak-anak juga memperkenalkan diri mereka. Setelah itu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan keluarga, studi, dll.
  • Bagaimana memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak?
anak menyenangi hal-hal baru yang belum pernah dia lakukan. Anak-anak memiliki rasa igin tahu yang tinggi. serta ada keinginan untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan pembelajaran. Karena itu, anak-anak dilibatkan dengan kegiata praktek langsug dengan menggunakan bahan yang sudah ada.

Dalam teori paedagogi, ada hal penting yang harus diperhatikan, sebagai berikut:
  • Paedagogi efektif
Guru bertanggungjawab untuk mempromosikan pentingnya belajar bagi siswa. dalam paedagogi efektif dibutuhkan keaktifan guru dalam menyalurkan bahan ajar kepada peserta didik. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang menunjang pembelajaran. kelompok melakukannya dengan posisi duduk di tikar untuk lebih memudahkan anak-anak melakukan praktek. Selain itu guru juga memfasilitasi pembelajaran bersama. dalam hal ini, kelompok melakukannya dengan menyiapkan bahan ajar dan bahan praktek. Guru yang efektif juga harus memberikan kesempatan pada anak-anak untuk belajar. Kelompok memberikan kesempatan langsung kepada anak-anak untuk dapat membuat bingkai foto masing-masing.
  • Pemikiran Reflektif
Peserta didik belajar paling efektif ketika mereka mengembangkan kemampuan untuk eksis kembali dalam mengakuisisi informasi atau gagasan, dan bahwa mereka telah terlibat dengan dan berpikir tentang hal ini secara objektif. kelompok memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam hal membuat bingkai foto. pemikiran yang reflektif ini didukung oleh adanya pembelajaran baru, Dalam pembelajaran baru, kelompok memberikan sesuatu, pengalaman baru untuk anak-anak dengan cara memberikan materi yang berhubungan dengan pemanfaatan barang bekas ; Pembelajaran bersama yaitu ketika anak-anak mempraktekkannya secara bersama-sama, sehingga mereka juga dapat membandinkan hasil karyanya dengan karya temannya ; koneksi pengalaman, peserta didik mendapatkan pengalaman baru dan menghubungkannya dalam dunia yang lebih luas; kesempatan belajar, kelompok mendapatkan kesempatan belajar dengan terlibat secara langsung, berlatih dan mentransfer pembelajaran baru.
  • Kenikmatan belajar
kelas yang optimal sering divisualisasikan sebagai sebuah sistem yang terstruktur dengan jelas, dimana guru adalah pusat dalam sebuah jaringan. Kelompok menjadi pusat dalam proses pembelajaran ini. .

3. Tuliskan pandangan anda tentang pembelajaran pada perkuliahan Paedagogi di F. Psikologi USU semester genap TA. 2012/2013 berdasarkan tinjauan Paedagogi Teoritis dan Prinsip-prinsip Paedagogis.

       Pembelajaran pada perkuliahan Paedagogi di Fakultas Psikologi USU TA. 2012/2013 menurut saya telah bersifat paedagogi (Paedagogis). Dimana proses pendidikan dan pengajaran secara keseluruhan dan bermuara pada pembentukan kepribadian peserta didik. Pembentukan kepribadian ini berupa pembentukan kemandirian peserta didik melalui proses pembelajaran yang mandiri, yang menuntut mahasiswa untuk berperan secara aktif dalam mengikuti mata kuliah yang manjadi salah satu mata kuliah pilihan. Pembentukan kepribadian ini juga terjadi ketika mahasiswa diberikan tugas baik secara individu maupun kelompok. Secara individu, mahasiswa dituntut untuk  dapat mengontrol diri sendiri dan memanajemen waktu. Secara kelompok mahasiswa jadi lebih mengetahui dan belajar bagaimana cara bekerja sama yang baik, layaknya sebuah tim yang harus menyelesaikan tugas.
Pembelajaran juga mengikuti prinsip-prinsip proses paedagogis. Prinsip yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  • Kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses paedagogis. Setiap proses paedagogis terstruktur dan berdasarkan temuan yang paling maju. Hal ini terlihat dari proses pembalajaran mata kuliah yang dilaksanakan sudah terstruktur, terdapat kontrak kuliah diawal kuliah. Dan mengikuti temuan yang paling maju, yaitu dengan penggunaan teknologi informasi terbaru seperti penggunaan blog, g talk dan facebook yang memudahkan proses pembalajaran itu sendiri. Masing-masing subsistem aktivitas, komunikasi dan kepribadian saling terkat satu sama lain.
  • Prinsip hubungan sekolah dan kehidupan, dimana ada kaitan antara kehidupan dan pekerjaan sebagai kegiatan yang mendidik manusia. Dalam mata kuliah ini, peserta didik juga diajarkan bagaimana cara mendidik melalui micro teaching yang telah dilaksanakan secara kelompok. Mahasiswa dilatih untuk terjun secara langsung ke dalam proses pengajaran. Dan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran yang kita lakukan dapat dimulai dengan pengajaran yang bersifat sederhana, yang benar-benar berada di dekat kita.
  • Mengkombinasikan karakter kolektif dan individual pendidikan, serta penghormatan pada kepribadian peserta didik. Dosen berusaha untuk mengingat nama peserta didiknya dan ketika ada pembahasan menganai sesuatu dosen menanyakan setiap pendapat tanpa memfokuskan pada kebenaran dari jawaban. Hal ini sudah menjadi salah satu upaya Dosen untuk menghormati kepribadian mahasiswanya.
 Selain itu proses pembelajaran Paedagogi menurut saya sudah  memiliki karakteristik berikut ini
  • Fleksibel, paedagogi tidak kaku, harus mengikuti standar yang sudah ada, namun lebih fleksibel. Malakukan perubahan jika memang itu diperlukan.
  • Terstruktur, paedagogi sudah terstruktur pembelajarannya, hal ini terlihat dari adanya kontrak kuliah
  • Berpusat pada Mahasiswa, dituntut adanya keaktifan dari masing-masing peserta didik selama proses pembelajaran
  • Kegiatan tatap muka, yaitu kuliah seperti biasa yang dilakukan dengan tatap muka langsung dan untuk saat-saat tertentu dilakukan kuliah yang tidak tatap langsung.

Selasa, 09 April 2013


Review Paedagogi

Paedagogi merupakan seni mengajar dan mendidik anak-anak.  Paedagogi saat ini merupakan paedagogi abad ke 21 yang berhubungan dengan paedagogi praktis. Paedagogi abad 21 dikenal juga dengan paedagogi progresif. Paedagogi progresif maksudnya adalah paedagogi yang juga dipengaruhi oleh perkembangan zaman seperti perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi dan TIK. Perkembangan ini mengasilkan perubahan dalam pembelajaran. Perkembangan ini juga mandorong paedagogi untuk melakukan beberapa perubahan terkait dengan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini. Paedagogi tidak dapat hanya dipahami secara ilmiah dan teori, tetapi juga harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Menjadikan sesuatu yang abstrak menjadi konkret.
Paedagogi termasuk dalam ilmu pengetahuan formal dan venakular. Paedagogi formal disebut juga paedagogi ilmiah sedangkan venakuler disebut juga dengan paedagogi praktis. Dalam hubungannya dengan paedagogi abad ke 21, paedagogi yang bersifat ilmiah yang merupakan hasil dari pengembangan prinsip-prinsip dan teori-teori yang berdasarkan pada penelitian diaplikasikan dalam pembelajaran secara praktis atau dipraktekkan.
Contohnya: dengan adanya kemajuan zaman terkhusus dalam bidang teknologi informasi, diketahui bahwa Negara-negara dibagian barat sudah melakukan pengajaran dalam membaca  pada usia 5 tahun atau usia Taman kanak-kanak. Di Indonesia pun dilakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui  usia anak yang tepat untuk memulai belajar membaca. Sebelumnya berdasarkan teori yang lama, usia yang tepat adalah 6 tahun, sehingga dalam prakteknya pengajaran membaca dilakukan ketika anak sudah memasuki usia 6 tahun saat berada di kelas 1 SD,  namun setelah dilakukan penelitian yang didasarkan pada teori-teori lainnya, disimpulkan bahwa usia yang tepat itu adalah 5 tahun. Praktek yang sebelumnya dilakukan ketika SD diubah menjadi belajar membaca ketika memasuki Taman Kanak-kanak.
Dari contoh diatas, dapat dilihat bahwa paedagogi progresif mendorong paedagogi formal harus diterapkan juga dalam paedagogi venakuler atau praktis. Penerapan ini berkaitan dengan studi sistematik. Studi yang sistematik dimulai dengan memperimbangkan tujuan pendidikan dan nilai-nilai yang mendukung pengajaran. Setelah mengetahui tujuan selanjutnya adalah mendalami tentang konsep-konsep pengajaran, memahami bagaimana paedagogi dapat dioperasionalkan di dalam kelas yang selanjutnya diterapkan dan dievaluasi hasilnya.
Paedagogi abad ke 21 ini berkaitan dengan fenomena kontemporer. Kontemporer yang dimaksud adalah bahwa paedagogi senantiasa melakukan perubahan-perubahan  yang bertujuan untuk mncapai kesempurnaan. Perubahan ini diakibatkan juga oleh perubahan-perubahan lingkungan yang berhubungan dengan teknologi dan Informasi. Dalam paedagogi kontemporer Guru diharapkan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan esensial yang bertujuan untuk mengembangkan pendidikan. Setelah mengajukan pertanyaan maka selanjutnya adalah guru melakukan paedagogi efektif. Paedagogi efektif menuntut keprofesionalan guru  dalam melakukan pembelajaran, dimana guru juga harus terus belajar agar dapat mengetahui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain peran guru yang sangat penting, dibutuhkan juga peran aktif dari siswa. Siswa belajar paling efektif, ketika guru mau melibatkan siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Terlibat aktif dapat dilakukan dengan mengenalkan siswa terhadap teknologi informasi yang baru dan membuat teknologi itu benar-benar berfungsi untuk mendukung proses belajar yang lebih efektif dan efisien.
Paedagogi kontemporer ini menghasilkan fenomena kontemporer. Dimana ketika terjadi perkembangan dalam bidang teknologi guru hanya menjelaskan perangkat dan fungsi-fungsi dari teknologi itu tanpa menjadikan teknologi itu menjadi menjadi sarana dan alat untuk belajar dengan lebih mudah. Contohnya dengan teknologi seperti computer dan internet seorang siswa dapat lebih mudah memperluas pengetahuan tentang mata pelajarannya denga menggunakan internet. Ketika menggunakan internet tersebut, siswa juga semakin dilatih untuk mengetik cepat.
Sedangkan fenomena lain  yang terjadi adalah, guru yang terlalu tergantung pada teknologi sehingga proses pengajaran oleh guru tersebut menjadi tidak dianggap menjadi sesuatu yang paling penting lagi. Contohnya, karena teknologi yang semakin memudahkan maka guru melakukan proses pembelajaran secara on line saja, tidak lagi dengan tatap muka. Padahal hal ini seharusnya dapat dilakukan dengan seimbang sehingga proses pembelajaran yang dilakukan benar-benar efektif.

Minggu, 07 April 2013

MICRO TEACHING


Micro teaching adalah suatu tindakan atau kegiatan latihan belajar-mengajar dalam situasi laboratoris (Sardirman, Interaksi Motivasi Belajar Mengajar).

Ciri-ciri pokok Micro Teaching :
1. Jumlah subyek belajar sedikit sekitar 5-10 orang
2. Waktu mengajar terbatas sekitar 10 menit
3. Komponen mengajar yang dikembangkan terbatas
4. Sekadar real teaching
5. Ketrampilan yang dilatihkan meliputi semua teaching skill dalam porsi yang terbatas dan terpisah-pisah.
6. Dibutuhkan alat-alat laboratori agar dapat diperoleh suatu feedback yang obyektif.

Maksud dan tujuan micro teaching
Maksud yaitu meningkatkan performance yang menyangkut keterampilan dalam mengajar atau latihan mengelola interaksi belajar mengajar. Tujuan adalah membekali calon guru sebelum sungguh-sungguh terjun ke sekolah tempat latihan praktek kependidikan untuk praktek mengajar (Sardiman, Interaksi Motivasi Belajar Mengajar ).

Selasa, 19 Maret 2013

Pedagogi Praktis Abad ke-21

          Pedagogi tidak hanya berbicara mengenai seni dan ilmu mengajar, melainkan juga mendorong banyak orang untuk melakukan redesain dan pemahaman ulang atas bagaimana menggunakannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kemajuan zaman. Pedagogi yang abstrak harus mampu menjelma menjadi sesuatu yang konkret.

          Pedagogi tidak sekadar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya. Sebagai ilmu atau teori dan seni atau praktek mengajar, pedagogi termasuk dalam kategori "Pengetahuan pedagogis formal" dan "pengetahuan pedagogis vernakular". Pedagogi formal merupakan upaya mengembangkan prinsip-prinsip dan teori-teori pedagogi yang efektif melalui penelitian yang sistematis, lebih abstrak dan lebih umum dari pada pedagogi venakular yang merupakan pedagogi praktis. 

Fungsi penelitian pedagogis ini adalah:
- untuk menghasilkan pengetahuan baru tentang pengajran dan pembelajaran.
- untuk memungkinkan guru atu pendidik memahami, menjelaskan, membelam, membenarkan dan bila perlu memodifikasi pedagogi.

Kekuatan pedagogi ilmiah adalah membuat pembelajaran semakin praktis dilihat dari prisma konsep teoritis. 

Kamis, 14 Maret 2013

Pedagogi dan Prinsip Pedagogi

Apa itu pedagogi dengan pedagogis ? Dimana bedanya ya ? Pedagogi merupakan kata benda yang bermakna ilmu pendidikan atau ilmu pengajaran. Sedangkan Pedagogis merupakan kata sifat, yang bermakna sebagai salah satu proses mendidik. Pedagogis menurut Danilov (1978) adalah suatu proses interaksi terus-menerus dan saling berasimilasi antara pengetahuan ilmia dan pengembangan siswa. 

Alberto Garcia et al (2005) berpendapat bahwa pedagogis merupakan tindakan guru dan siswa dalam konteks organisasi sekolah, dimana interaksi itu dilakukan berdasarkan teori pedagogis tertentu, berteoritis pada tujuan intirusional, dan dikembangkan dalam interaksi yang dekat dengan keluarga dan masyarakat untuk mencapai pembentukan siswa secara sehat. Sedangakan, Ana Maria Gonzalez Soca mendefinisikan proses pedagogis sebagai sebuah pendidikan yang menyoroti hubungan antara pendidikan, pengajaran, dan yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian siswa agar mempersiapkan dirinya untuk menjalani kehidupan. 


Menurut Addine (2001), prinsip-prinsip pedagogis itu adalah:
a. Kesatuan karakteristik ilmia dan ideologi dari proses pedagogis.
b. Prinsip hubungan sekolah dan kehidupan didasarkan pada dua aspek penting, yaitu: kaitan antara kehidupan dan pekerjaan sebagai kegiatan yang mendidik manusia.
c. Berorientasi pada proses salah satu yang mengibinasikan karakter dan individual pendidikan, serta penghormatan terhadap kepribadian siswa.
d. Prinsip yang merujuk pada kesatuan pengajaran, pendidikan dan perkembangan proses, karena didasarkan pada kesetuan dialektis antara pendidikan dan pengajaran yang harus terkait dengan kegiatan pembangunan pada umum.
e. Domain kognitif dan afektif tidak bisa berada dalam suasana yang kering,
f. Masing-masing Subsistem aktivitas, komunikasi, dan kepribadian saling terkait satu sama lain.

Sifat  dari proses pedagogis yang perlu diingat adalah: terencana, sistematis, terarah, spesifik, dan mengembangkan. Dimana untuk mewujudkannya guru harus memiliki 3 syarat utama untuk menjadi pendidik yang baik; berpengetahuan luas, keterampilan yang baik, dan kepribadian yang menyenangkan.

Selasa, 26 Februari 2013

Balance

sudahkah kita menjalami hidup dengan balance/seimbang?
Sangat mudah untuk mengatakannya. Namun lagi-lagi sulit untuk melakukannya. tapi sulit bukan berarti tidak bisa. segala sesuatunya menjadi hal yang mudah jika dilakukan dengan sepenuh hati.  Seimbang antara studi, pekerjaan, kesehatan, bermain, hubungan dengan keluarga, hubungan dengan teman sosial, pacar, bahkan hubungan dengan Tuhan.   Saya sendiri belum. apakah memang sangat sulit menyeimbangkan segala sesuatunya? mungkin tidak. kita hanya butuh usaha yang lebih dan menikmati apa yang sedang kita kerjakan. sekarang pertanyaannya adalah usaha seperti apa yang bisa kita lakukan? dan bagaimana cara menikmati segla sesuatunya?

menurut saya untuk melakukannya dapat kita mulai dengan hal-hal kecil dan sederhana seperti mengubah pola pikir kita apakah memang penting keseimbangan itu, jika memang penting lanjut dengan memotivasi diri sendiri untuk menuju keseimbangan itu, selanjutnya mulailah untuk merealisasikan motivsi tersebut kedalam aksi, aksi yang terus menerus dilakukan dapat menjadi sebuah kebiasaan. ketika sudah menjadi sebuah kebiasaan kita dapat lebih menikmati apa yang kita kerjakan karena hal itu sudah menjadi kebiasaan untuk kita. Terbiasa untuk  membuat segala nya menjadi seimbang.


Senin, 25 Februari 2013


                 PAEDAGOGI

Paedagogy, dari Yunani Kuno παιδαγωγέω (paidagōgeō; dari παίς país: anak dan άγω ági: memimpin; secara literal, "memimpin anak”) (Wikipedia) “pedagogics”, kata jadian pedagogy + ics, ilmu atau seni (art) mengajar (Merriam-Webster, 2000)

Pedagogi adalah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru. Istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran.

Pedagogi juga kadang-kadang merujuk pada penggunaan yang tepat dari strategi mengajar. Sehubungan dengan strategi mengajar itu, filosofi mengajar diterapkan dan dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan pengalamannya, situasi pribadi, lingkungan, serta tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh peserta didik dan guru. 

Paedagogi memiliki pengertian yang hampir sama dengan mengajar. Mengajar merupakan ilmu dan seni  mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dan dengan menggunakan medan tertentu. Seni dalam mengajar terlihat ketika terjadi pembelajaran. Seni mengajar yang dimaksud adalah kerja sama antara siswa dengan proses belajarnya dengan kemampuan guru memandu yang melibatkan intuisi, improvisasi, dan ekspresi tergantung pada kreativitas, penilaian baik dan wawasan tinggi. Sedangkan ilmu dalam hal ini menekankan pada aspek ilmiah yang sistematis. sehingga pembalajaran itu adalah ilmu + seni yang harmonis.

Berdasarkan asal katanya, paedagogi berhubungan dengan seni mengajar dan memimpin anak-anak. Dalam hal ini pengajar bertugas sebagai pemandu anak-anak untuk memehami aspek ilmiah yang sistematis dengan menggunakan seni dalam proses memandunya. Pemandu yang paling akrab dengan kita adalah Guru. ada beberapa karakteristik guru yang baik dan cerdas. Saya akan melihat apakah karakteristik guru ini terdapat pada Guru saya ketika saya berada di kelas 6 SD.

Karakteristik Guru yang Baik dan Cerdas
Penilaian
Mengatahui nama-nama siswa dan memanggil dengan nama
V
Menerima salam dari rekan siswanya secara menyenangkan

V
Memainkan peran yang berbeda pada suasana dan kepentingan yang berbeda
V
Mengingat sesuatu yang sebelumnya dikhawatirkan oleh siswa sebelum keluhan mereka muncul

Menolak tindakan sarkastik ketika melucu atau berkelakar kepada siswanya
V
Tidak pernah membiarkan sucapan siswa dan rekannya yang mengarah pada penghinaan
V
Teliti mengikuti diktum yang secara universal cenderung disepakati oleh semua orang
Menceritakan kepada siswa dengan mempertimbangkan dimensi waktu dan situasi
V
Tidak pernah terlambat kelas atau memotong waktu belajar untuk kepentingan pribadi

Memberikan respon terhadap keluhan siswa secara cepat dan akurat

V
Bekerja keras dan cerdas, semua dokumen tertata dan tertulis rapi

          V
Lebih mengutamakan formalitas di ruang kelas dibandingkan dengan formalitas pemikiran yang tersirat dalam mata pelajaran yang sedang dipelajari
V
Menunjukkan dan menandakan kejujuran intelektual yang tinggi dan teliti
          V
Berdiri diatas pemikiran yang jernih dan adil
V
Mengetahui dan memahami perbedaan karakteristik siswa pada masing-masing kelas
V