Rabu, 14 Maret 2012

Ayo Bersepeda......!!!!

Bersepeda gunung sebagai Obat

Berenang dalam Endorphins, sewaktu bersepeda, tubuh mengeluarkan endorphins di otak, suatu chemical yang dapat menyebabkan sel-sel receptors otak untuk mengurangi rasa sakit. Seperti Morfin, bedanya endorphins tidak menyebabkan kecanduan/ketergantungan dan diproduksi oleh tubuh sendiri bukan external. Endorphins mengakibatkan efek positif dan efek senang di tubuh kita.

Perasaan Hangat, sewaktu bersepeda suhu tubuh naik dan dipercaya memberikan efek menenangkan pada otak, bersepeda sama efeknya seperti kita duduk di sekitar api unggun waktu camping di pegunungan perasaan hangat yang menyenangkan.

Meningkatkan kepercayaan diri, buatlah suatu sasaran waktu bersepeda, misalnya dapat menanjak ditanjakan yang cukup menantang di dekat rumah sebagai suatu tantangan yang dilatih teruse menerus, atau meningkatkan waktu lap/putaran bersepeda, atau bahkan sasaran kecil yaitu mampu mengelilingi kompleks rumah. Buat sasaran yang meningkat dan setiap tahap dapat dicapai. Niscaya akan terus meningkat.

Pengalihan perhatian yang baik, umumnya perhatian yang terganggu/teralihkan buruk akibatnya mengganggu konsentrasi. Namun mengalihkan perhatian dari mood kosong/bengong atau perasaan cemas, dan hal2 buruk dengan hal yang baik tetap lebih baik. Apalagi bersepeda di alam dengan indahnya pemandangan, akan cukup sulit untuk tetap berpikiran buruk saat itu… Suatu efek yang luar biasa…


Bertemu dengan orang2 yang baik, pada umumnya waktu bersepeda orang menjadi ramah saling menyapa dan membantu. Jarang sekali bertemu orang2 yang bertingkah buruk atau memiliki sifat buruk. (Yang pada umumnya orang2 tersebut tidak suka bersepeda hiks… hiks). Namun hati2 memang ada yang sudah tergila2 dengan sepeda sampai lupa keluarga yang ini perlu di sikapi dengan bijak :) :)


, daripada lari ke obat, minuman keras, rokok, dsb untuk mendapatkan efek yang mungkin serupa tapi tidak sama dalam hal dampak kesehatan, jelas pilihan bersepeda akan lebih baik, karena mendapatkan efek yang jauh lebih banyak, tidak hanya menenangkan namun juga menyehatkan tubuh secara menyeluruh. Asal jangan kantong sampai jebol sehingga tambah depresi.

Selasa, 13 Maret 2012

Marga Sinaga


Sinaga adalah salah satu marga pada suku Simalungun. Pada masyarakat Simalungun marga Sinaga merupakan bagian dari perkumpulan empat marga besar SISADAPUR. Pada versi lain, Sinaga juga dianggap sebagai salah satu marga pada Suku bangsa Batak yang berasal dari Pulau Samosir.

Asal Usul

Menurut versi Toba, Sinaga adalah satu di antara marga-marga tertua di dalam kumpulan Marga Suku Batak. Dalam cerita masyarakat Batak, Raja Batak memiliki anak yang bernama Guru Tetea Bulan yang menikahi Putri Khayangan dan melahirkan dua anak yaitu Nai Lontungan dan Sumba. Nai Lontungan kemudian memiliki 5 putra yaitu Raja Uti, Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja, Silau Raja, dan 1 putri yaitu Boru Pareme. Saribu Raja menikahi Boru Pareme dan memiliki keturunan yang diberi nama Si Raja Lontung. Si Raja Lontung menikahi Ibu Kandungnya tadi dan memiliki 4 anak, yaitu: Sinaga, Situmorang, Pandiangan dan Nainggolan. Si Raja Lontung kemudian merantau ke Tepian Danau Toba dan menikah dengan Boru Limbong dan memiliki anak 3 anak (Simatupang, Aritonang dan Siregar) dan 2 orang putri yang masing-masing menikah dengan marga Sihombing dan Simamora. Anak Si Raja Lontung yang pertama yaitu Sinaga memiliki Tiga Putra yaitu:
  1. Raja Bonor (Sinaga Bonor)
  2. Raja Ompu Ratus (Sinaga Ratus)
  3. Raja Hasagian (Sinaga Uruk)
Ketiga anaknya ini kemudian masing-masing memiliki Tiga Putra (menurut urutan kelahiran) yaitu :
  1. Raja Bonor (Sinaga Bonor): 1. Raja Pande; 2. Raja Tiang Ditonga; 3. Raja Suhut Nihuta
  2. Raja Ompu Ratus (Sinaga Ratus) : 1. Raja Ratus Magodang; 2. Raja Sitinggi; 3. Raja Siongko
  3. Raja Hasagian (Sinaga Uruk) : 1. Raja Guru Hatahutan; 2. Raja Barita Raja; 3. Raja Datu Hurung
Berdasarkan silsilah diataslah maka di Marga Sinaga terdapat sebuah Istilah yaitu Si Sia Ama, Si Tolu Ompu yang berarti "memiliki Sembilan Bapak dan Tiga Ompu(kakek)."
Dalam perkembangannya Keturunan Sinaga merantau ke seluruh wilayah Tanah Batak, hal tersebut mengakibatkan terciptanya marga-marga baru (sub Marga) Sinaga, namun marga-marga baru tersebut tetap meyakini bahwa leluhur mereka adalah Sinaga. Adapun Marga-Marga tersebut antara lain Parangin-angin (Karo).

Jumat, 09 Maret 2012

Email & Blog Wajib Bagi Mahasiswa Psikologi Pendidikan?

KELOMPOK 1



      Walaupun masih banyak sekali guru yang menggunakan metode teacher-centered, yaitu proses pembelajaran yang menjadikan guru sebagai subjek lebih aktif di kelas daripada siswa, namun rasanya sudah agak ketinggalan zaman jika kita tidak bergerak menikmati metode yang lebih maju lagi. Reformasi pendidikan dewasa ini semakin mengarahkan pengajaran berdasarkan perspektif konstruktivisme atau konsep learner-centered dimana siswa yang berperan aktif di kelas dan tidak lagi hanya duduk diam mendengarkan ceramah gurunya. Seperti di zaman modern ini yang penuh dengan gadget dan teknologi serba maju, sayang rasanya jika tidak dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar dan tetap hanya berpegang pada bantuan text book.

Lalu apa sih pandangan kelompok kami mengenai kewajiban mahasiswa yang mengambil mata kuliah Psikologi Pendidikan 3 sks tahun ajaran 2011/2012 untuk memiliki email dan blog? Pandangan kami sangat positiftentunya, walaupun ada sedikit alasan negatif yang sama sekali tidak bisa mengalahkan kepositifan penggunaan email dan blog dalam proses belajar mengajar pada mata kuliah psikologi pendidikan ini.

Selain mendapatkan pengalaman baru dengan cara belajar yang serba baru sehingga kami tidak (lagi) buta teknologi, konsep email dan blog yang paperless ini sangat memudahkan perkuliahan, yang misalnya tidak dapat dihadiri dalam kelas namun dengan kuliah online, perkuliahan tetap bisa berjalan tanpa harus duduk bersama di kelas. Selain itu, tatap muka selama kurang lebih 3 jam pasti terasa lebih membosankan. Yang sangat kami apresiasi adalah keinginan para dosen pengampuh untuk mengembangkan kreativitas kami melalui tulisan-tulisan di blog dimana tugas individu sangat memiliki andil besar dalam penilaian selama perkuliahan. Biasanya, kan, tugas hanya dinilai secara kelompok, dosen pun terkadang tidak tau siapa yang sebenarnya ikut mengerjakan atau tidak, tapi dengan tugas individu melalui posting di blog ini, penilaian terasa lebih fair. Penggunaan blog juga membantu mahasiswa mengembangkan cara berpikirnya untuk menjadi lebih analitis dan sistematis.
Seperti yang kami utarakan sebelumnya, ada juga alasan yang membuat kami awalnya agak ragu untuk menyetujui konsep email dan blog ini. Karena tidak semua mahasiswa memiliki laptop, komputer ataupun modem, agak sulit bagi mereka yang harus ke warnet lagi jika harus mengerjakan tugas-tugas yang berbau internet. Selain itu, banyak sekali akun lain yang menggoda untuk dibuka saat perkuliahan online berlangsung dan membuat konsentrasi terpecah.

Namun begitupun kami tetap pada pandangan kami yang sangat positif mengenai kepemilikan email dan blog pada mata kuliah Psikologi Pendidikan tahun ajaran 2011/2012 ini. Karena sudah sangat jelas banyak hal-hal positif yang bisa didapat selama prosesnya.