Senin, 09 April 2012

Psikologi Sekolah

Kedudukan Psikologi Sekolah dalam Ilmu Psikologi
Psikologi Sekolah merupakan salah satu dari Psikologi Pendidikan. Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mindset anak.
Perbedaan Psikologi Sekolah dengan Psikologi Pendidikan
Psikologi pendidikan adalah cabang dari bidang psikologi dimana ada dasar-dasar belajar , berpikir dan aspek-aspek lain yang diterapkan untuk meningkatkan pendidikan. Psikolog Sekolah merupakan profesi dengan area kerja yang lebih sempit jika dibandingkan dengan Psikolog Pendidikan.
Psikolog Pendidikan dan Psikolog Sekolah dikatakan tidak memiliki banyak perbedaan fungsi dan persiapan pendidikan. Peran Psikolog Sekolah lebih ditekankan sebagai ahli psikologi sekolah (school psychologist), ahli psikologi masyarakat (community psychologist), dan sebagai guru bidang studi Psikologi Pendidikan.
Terdapat penekanan fungsi peran psikolog sekolah pada tercapainya tujuan pendidikan di sekolah itu sendiri. melakukan diagnostik dalam arti luas, pelaksanaan tes; melakukan wawancara dengan siswa,guru, orangtua dan orang lain yang terlibat dan mempengaruhi pendidikan siswa; observasi dilingkungan sekolah; serta mempelajari data kumulatif prestasi belajar siswa.
Dan bila Psikolog Sekolah adalah ahli yang menerapkan profesi psikologi di sekolah, maka Psikolog Pendidikan kebanyakan bekerja di fakultas dalam lingkungan universitas atau dilembaga penelitian seperti balitbang dan lembaga pendidikan dan latihan (Diklat). Dan lebih berfokus kepada riset pendidikan dan pengembangan metode belajar yang meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.
  
Fungsi Sekolah Sebagai Agen Perubahan
Sekolah adalah tempat transfer ilmu pengetahuan dan budaya (peradaban). Melalui praktik pendidikan, peserta didik diajak untuk memahami bagaimana sejarah atau pengalaman budaya dapat ditransformasi dalam zaman kehidupan yang akan mereka alami serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan dan tuntutan yang ada di dalamnya.
Melalui kegiatan pendidikan, gambaran tentang masyarakat yang ideal itu dituangkan dalam alam pikiran peserta didik sehingga terjadi proses pembentukan dan perpindahan budaya. Pemikiran ini mengandung makna bahwa lembaga pendidikan ( sekolah ) sebagai tempat pembelajaran manusia memiliki fungsi sosial (agen perubahan di masyarakat).
Sebagai agen perubahan lembaga pendidikan ( sekolah ) berfungsi sebagai alat:
1)      Pengembangan pribadi
2)      Pengembangan warga
3)      Pengembangan Budaya
4)      Pengembangan bangsa
 
Metode Dalam Sistem Pengajaran
Metode  ‘Ceramah’
Metode ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh seseorang guru terhadap kelasnya. Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan urainnya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu, seperti gambar- gambar dan yang paling utama adalah bahasa lisan.
Metode ‘Tanya Jawab’
Metode tanya jawab ialah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru ke siswa dan begitu juga sebaliknya.
Metode ‘Pemberian Tugas’
Metode pemberian tugas adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar di mana guru memberi tugas tertentu dan murid mengerjakannya, kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan kepada guru. Dalam hal ini guru memberikan tugas pada murid untuk maju ke depan kelas untuk medemonstrasikan apa yang diajarkan guru.
Metode ‘Demostrasi/Praktek’
Metode Demostrasi atau praktik adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik.
Metode Sosiodrama dan Bermain Peran
Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan suatu metode mengajar dimana siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial antar manusia.
Metode Simulasi
Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan sebagai orang lain.
Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Merka bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas.
Metode Unit Teaching
Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang memberikan kesempatan pada siswa secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai belajar secara unit.
Metode Mind Mapping
Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. Sintaknya adalah: informasi kompetensi, sajian permasalahan terbuka, siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababan, presentasi hasil diskusi kelompok, siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok, evaluasi dan refleksi.
Permasalahan Yang Terjadi di Sekolah Serta Solusi Pemecahannya
  •    Keterlambatan siswa
 Solusinya, siswa diberi nasehat dan peringatan dan diajarkan bagaimana memanajemen waktu agar tidak terlambat lagi, atau bahkan diberi hukuman sewajarnya.
  • Perkelahian antarsiswa
 Solusinya, siswa diajak untuk melakukan mediasi dengan guru untuk mendapat jalan keluar dari permasalahannya.
  •      Kurangnya minat siswa pada mata pelajaran yang diajarkan.
 Solusinya, guru mencari metode pengajaran yang baru agar siswa tertarik / tidak bosan.
Perbedaan Psikolog Sekolah, Psikolog Pendidikan, Dan Guru BK
Psikolog pendidikan adalah orang yang menerapkan ilmu-ilmu psikologi ke dalam dunia pendidikan. 
Psikolog sekolah adalah orang yang menerapkan ilmu-ilmu psikologi pendidikan ke dalam dunia sekolah saja.
Tidak terdapat begitu banyak perbedaan yang signifikan antara psikolog pendidikan dengan psikolog sekolah, karena keduanya bergerak di dalam dunia belajar-mengajar dan memiliki satu tujuan yang sama, yakni untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan.
Teoris dan peneliti lebih diidentifikasi sebagai seorang psikolog pendidikan. Sementara praktisi di sekolah lebih diidentifikasi sebagai seorang psikolog sekolah. Jadi, seorang psikolog pendidikan tidaklah harus terlibat secara langsung ke dalam semua aktivitas sekolah, karena tugasnya hanya sekadar meneliti dan mengeluarkan sebuah teori. Sedangkan psikolog sekolah, mereka berkewajiban menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menurutnya dapat mengembangkan potensi sekolahnya, ataupun menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang telah terbukti keampuhannya menurut hasil penelitian psikolog pendidikan.
Berbeda dengan psikolog sekolah, seorang psikolog pendidikan tidak hanya bergerak sebatas di dalam ruang lingkup sekolah. Psikolog pendidikan juga bisa bergerak di dalam ruang lingkup sekolah tinggi, depdiknas, dan sebagainya yang mempunyai hubungan dengan dunia pendidikan.
Guru BK
Peran guru BK adalah mencegah agar tidak terjadi masalah dan menuntaskan masalah apabila sesuatu telah terjadi. sekarang masih banyak guru BK yang masih belum peduli terhadap hal-hal yang terjadi di sekolahnya. Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah.
                                                       

Kamis, 05 April 2012


William Herbert Sheldon 

William Sheldon lahir pada tahun 1898 di Rhode Island dan dibesarkan dalam lingkungan pertanian yang amat kental. Tulisan-tulisan yang dibuat Sheldon sepanjang hidupnya membuktikan pemahaman dan ketertarikannya pada dunia hewan. Hal ini lah yang mendasari teori-teori Sheldon mengenai perilaku manusia. Menurut Sheldon, struktur tubuh atau jasmani sangat besar pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia. Secara metodologis, Sheldon melakukan pengukuran struktur tubuh secara objektif melalui foto-foto yang telah distandardisasinya. Pengukuran struktur tubuh dimaksudkan untuk mendapatkan biological identification tag, bahwa faktor genetis dan biologis berperan dalam perkembangan individu dan faktor-faktor itu dapat dikenali melalui sejumlah pengukuran struktur tubuh.
Sheldon berpendapat bahwa setiap orang memiliki struktur bilogis dasar bawaan (bentuk,susunan tubuh) yang menentukan tempramennya. Sheldon menentukan somatotype, merupakan usaha untuk mengukur  morphogenotipe melalui pengukuran phenotipe.Ada tiga dimensi bentuk yang amat berhubungan dengan yang dikemukakan oleh Kretschmer, yaitu :



·         Endoderm
Ciri – ciri :
Alat-alat atau organ-organ internal dan seluruh sistem digestif yang berasal  dari endoderm sangat berperan, Kadar lemak tinggi, Pinggang lebar dan Struktur tulang besar
Secara fisik tampak : lembut, gemuk
Tempramennya : penyayang.
Rasio : 7–1–1

·         Mesoderm
Ciri-ciri :
Bagian tubuh yang berasal dari mesoderm lebih berkembang (otot,pembuluh darah, Jantung). Kadar lemak sedang, badan padat dan tulang sedang.
Secara fisik tampak : kokoh, keras, otot menonjol, tahan sakit, banyak ditemukan olahragawan, tentara
Tempramennya : powerful, sociable
Rasio : 1–7–1

·         Ectoderm
Cirri-ciri :
Organ-organ ectoderm lebih berkembang seperti kulit dan sistem saraf. Kurus,kadar lemak rendah , badan kecil dan tungkai panjang dan tipis.
Secara fisik terlihat : jangkung, dada kecil dan pipih,lemah, otot tidak terlihat.
Tempramennya : pemalu
Rasio à 1-1-7

Intelegensi Menurut James McCattell

Tes Intelegensi
Tes intelegensi itu dirasakan sangat penting didorong oleh kesadaran akan perlunya memperlakukan manusia secara individual sesuai dengan kapasitas dan petensinya masing masing, terurama bila menyangkut bidang pekerjaan dan pendidikan.

Sejarah
Pada abad XIV, di Cina, telah berlangsung usaha untuk mengukur kompetensi para pelamar jabatan pegawai negara. Untuk dapat diterima sebagai pegawai, para pelamar harus mengikuti ujian, ujian tertulis mengenai pengetahuan konvusion klasik dan mengenai kemampuan menulis puisi. Ujian ini berlangsung sehari semalam di tingkat distrik. Kurang dari 7% pelamar yang biasanya lulus tingkat distrik kemudian harus mengikuti ujian berikutnya yang berupa menulis prosa dan sajak. Dalam ujian ke 2 ini kurang dari 10% peserta yang lulus. Akhirnya barulah ujian tingkat akhir diadakan di peking dimana diantara para peserta terakhir ini hanya lulus 3% saja. Lulusan ini kemudian diangkat menjadi mandarin dan bekerja sebagai pegawai negara. Dengan demikian dari ke 3 tahap ujian tersebut hanya 5 diantara 100.000 pelamar yang akhirnya menjadi mandarin.

Rintisan Cattel 

Mungkin suatu kebetulan, bahwa awal perkembangan pengukuran mental berpusat pada kempuan yang bersifat umum yang kita kenal sebagai tes intelegensi. Usaha pengukuran intelegensi berkembang dalam kurun waktu yang kurang lebih serempak di amerika serikat dan perancis.
Di amerika, usaha pertama tersebut dimulai oleh tokoh pencetus istilah “tes mental”, james McKeen cattell (1860-1944), yang menerbitkan bukunya mental tes and measuremens di tahun 1890. buku ini berisi serangkaian tes intelegensi yang terdiri atas 10 jenis ukuran. Ke 10 macam ukuran tersebut adalah :

1. dinamo meter peasure, yaitu ukuran kekuatan tangan menekan pegas yang dianggap sebagai indikator aspek psikofisiologis.
2. rate of movement, yaitu kecepatan gerak tangan dalam satuan waktu tertentu yang dianggap memiliki komponen mental didalamnya.
3. sensation areas, yaitu pengukuran jarak terkecil diantara 2 tempat yang terpisah dikulit yang masih dapat dirasakan sebagai 2 titik berbeda.
4. peasue caosing pain, yaitu pengukuran yamg dianggap berguna dalam diaknosis terhadap penyakit saraf dan dalam mempelajari status kesadaran abnormal.
5. least noticabele difference in weight, yaitu pengukuran perbedaan berat yang terkecil yang masih dapat dirasakan seseorang.
6. reaction time for sound, yang mengukur waktu antara pemberian stimulus dengan timbulnya reaksi tercepat.
7. time for naming colors, yang dimaksudkan sebagai ukuran terhadap proses yang lebih”mental”daripada waktu-reaksi yang dianggap reflektif.,
8. bisection of a 50-cm line, yang dianggap sebagai suatu ukuran terhadap akurasi “ space judgment’
9. judgment of 10second time, yang dimaksudkan sebagai ukuran akurasi dalam ‘time judgment’( subyek diminta menghitung 10 detik tampa bantuan apapun).
10. number of latters repeated upon once hearing, yang dimaksudkan sebagai ukuran terhadap perhatian dan ingatan( subyek diminta mengulang huruf yang sudah disebutkan 1x)
skala skala binet-simon (alfred binet, 1857-1911)
dilakukan dengan cara mengukur lingkaran tempurung anak-anak (metoda kraniometri) untuk mengukur ketajaman bayangan, ketahanan dan kualitas perhatian, ingatan, kualitas penilaian moral dan estetika, dan kecakapan kesalahan logika serta memahami kalimat-kalimat.


Selasa, 03 April 2012

 Musik terhadap Belajar

getaran musik yang masuk melalui telinga dapat mempengaruhi kejiwaan, Ini terjadi karena didalam otak manusia, terdapat jutaan neuron dari sirkuit secara unik menjadi aktif ketika kita mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan belahan kanan. Mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan terjadi. Makanya tidak salah pada abad 19 seorang penulis di Inggris pernah berkata “Musik itu adalah nyanyian para malaikat”.

Penelitian bagaimana pengaruh musik terhadap kecerdasan juga dilakukan oleh psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shawdari University of California-Irvine, Amerika Serikat pada tahun 1994. Hasil penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa erat kaitan antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi, dan keterampilan-keterampilan sains. Setelah delapan bulan, penelitian kedua pakar ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan program pendidikan musik, meningkat inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebesar 46% dibandingkan dengan anak-anak yang tidak diekspos oleh musik ( sumber : http://begotsantoso.com/info-pendidikan/musik-dan-kecerdasan )
 
Berdasarkan dari penelitian diatas, saya mencoba menyebarkan angket untuk mengetahui seberapa pengaruh musik untuk memotivasi belajar dan apa alasannya. Dan inilah jawabannya :
Tanggapan Positif
“ karena materi bisa lebiih cepat masuk ke otak.
Contoh musiknya : musik classic , music instrumental “
“ mendengarkan musik bisa membuat lebih semangat.
Contoh music R N B”
“ bisa merelaksasi kinerja otak.
Contoh musicnya : Instrumental”
“Berpengaruh untuk memacu adrenalin kita jadi termotivasi untuk belajar.
Contoh music : Rock”
“Berpengaruh karena bisa membuat lebih semangat dalam belajar.
Contoh music : Slow Rock”
“ Sangat berpengaruh , karena jika ada musik materi yang didapatkan lebih cepat ditangkap.
Contoh music : Slow music”

Tanggapan Negative
“Tidak berpengaruh , karena belajar dalam keadaan tenang lebih bisa masuk ke otak. Tapi music berpengaruh untuk menyemati diri atau sekadar untuk refreshing otak, karena dapat menimbulkan mood positif untuk belajar lagi “
“Tidak berpengaruh karena belajar dalam keadaan tenang lebih cepat menangkap materi yang diterima”
“ Berpengaruh tapi bukan buat belajar tapi untuk membuat diri menjadi lebih semangat”
“Tidak berpengaruh , karena belajar itu menggunakan otak , sedangkan musik itu menggunakan emosi perasaan.”

Minggu, 01 April 2012

Masa Prenatal

Karakteristik/ ciri-ciri Periode Prenatal :
1. Bakat/bawaan yang ditentukan pada saat konsepsi
2. Kondisi ibu sangat mempengaruhi perkembangan
3.Terjadi perkembangan yang cepat dibanding periode yang lain
4. Periode dimana orang tua/significant persons akan menentukan
sikap terhadap anak yang akan lahir menentukan
5. Pola asuh terutama pada awal kehidupan

C. Tugas Perkembangan Prenatal
Masa Prenatal merupakan periode masa pertumbuhan yang luar dari satu sel tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kekuatan otak dan perilaku yang dihasilkan kira-kira 9bulan dalam kandungan.

3 bulan pertama masa kehamilan
( trisemester pertama )

Perkembangan Fisik dari Pembuahan hingga 4 minggu
  •  Panjang kurang dari sepersepuluh inci.
  • Awal perkembangan susunan tulang belakang, sisitem syaraf, sistem usus,jantung dan paru-paru.
  • Kantung amniotis membungkus lapisan dasar seluruh tubuh.
  • Di sebut “ telur” (ovum).
Perkembangan Fisik Usia 8 minggu
 Panjang kurang dari 1 inci.
 Wajah sudah terbentuk dengan mata, telinga, mulut, dan pucuk gigi yang belum sempurna.
 Lengan dan kaki bergerak.
 Otak mulai membentuk.
 Denyut jantung janin dapat di deteksi dengan ultrasound.
 Di sebut “embrio”.

Perkembangan Fisik Usia 12 minggu
 Panjang sekitar 3 inci dan beratnya sekitar 1 ons.
 Dapat menggerakkan lengan, kaki, jari tangan, dan jari kaki.
 Sidik jari muncul.
 Dapat tersenyum, menghisap dan menelan.
 Jenis kelamin dapat di bedakan.
 Di sebut “fetus” (janin).
3 bulan pertengahan
(trisemester kedua)
Perkembangan Fisik Usia 16 minggu
 Panjang sekitar 5,5 inci dan beratnya 4 ons.
 Denyut jantung kuat.
 Kulit tipis tembus pandang.
 Rambut halus (lanugo ) menutup tubuh.
 Kuku jari tangn dan kuku jari kaki sudah terbentuk
 Gerakan- gerakan terkoordinasi, dapat berguling di dalam cairan amniotis.

Perkembangan Fisik Usi 20 minggu
 Panjang 10 hingga 12 inci dan berat setengah hingga 1 pon.
 Denyut jantung dapat di dengar dengan steteskop biasa.
 Mengisap ibu jari.
 Tersedak.
 Rambut, bulu mata, alis mata muncul.

Perkembangan Fisik Usia 24 minggu
 Panjang 11 hingga 14 inci dan beratnya hingga 1,5 pon.
 Kulit mengkerut dan tertutup dengan lapisan pelindung.
 Mata sudah terbuka.
 Meconium berkumpul di dalam usus besar.
 Mampu memegang dengan kuat.
3,5 bulan terakhir masa kehamilan (trisemester ketiga)
Perkembangan Fisik usia 28 minggu
 Panjangnya 14 hingga 17 inci dan beratnya 2,5 hingga 3 pon.
 Sangat aktif.
 Gerakan pernapasan yang belum sempurna muncul.

Perkembangn Fisik usia 32 minggu
 Panjang 16,5 hingga 18 inci dan beratnya 4 hingga 5 pon.
 Memiliki periode tidur dan bangun.
 Berada dalam posisi lahir.
 Tulang kepala lembut dan lentur.
 Zat besi di simpan di dalam hati.

Perkembangan Fisik usia 36 hingga 38 minggu
 Panjangnya 19 inci dan beratnya 6 pon.
 Kulit kurang mengkerut.
 Vernix caseso tipis lanugo( rambut halus ) umumnya hilang.
 Kurang aktif.
 Memperoleh kekebalan dari ibu.

DINAMIKA PERKEMBANGAN PSIKIS MASA PRENATAL
Hal-hal yang mempengaruhi psikis pada masa prenatal :
 Teratogi dan bahaya perkembangan pra kelahiran
 Teratogi barasal dari kata yunani yang berarti monster.
 Teratogen ialah setiap unsur yang menyebabkan suatu kelainan kelahiran.
 Ada begitu banyak teratogen sehingga secara praktis setiap janin terbuka terhadap sekurang-kurangnya beberapa teratogen.
 Oleh karenanya, sulit untuk menentukan teratogen mana yang menyebabkan kelainan kelahiran.
 Walaupun banyak yang belum di ketahui tentang teratogen, para ilmuwan telah menemukan ciri–ciri.
 Kepekaan terhadap teratogen mulai setelah 3 minggu setelah pembuahan.
 Kemungkinan kelainan pada masa yang paling awal struktural dalam periode embrionis, karena pada saat ini organ – organ sedang di bentuk.
 Setelah organogenesis lengkap, teratogen kemungkinan tidak menyebabkan kelainan anatomis. Apabila teratogen beraksi, selama periode fetal, dampak yang terjadi cenderung menghambat pertumbuhan atau menciptakan masalah fungsi organ .
 Proses organogenesis sangatlah akurat para pakar terartologi menunjukkan bahwa otak yang paling rapuh pada hari ke 15 hingga hari ke 25 setelah pembuahan, mata hingga hari 24 hingga hari ke 40, jantung pada hari ke 20 hingga hari ke 40, dan kaki pada hari ke 24 hingga hari ke 36.

Strategi Belajar Efektif

1. Gunakan pertanyaan untuk berpikir kritis

Hal yang baik dari metode ini adalah mereka (siswa) tidak selalu memiliki jawaban benar atau salah sehingga mereka diperbolehkan untuk mengungkapkan pendapatnya sendiri. Ini lebih baik jika dibandingkan dengan siswa hanya diberitahu untuk menghafal fakta.
Contoh: Guru meminta siswa mempelajari studi sosial pada penggunaan bom atom untuk mengakhiri Perang Dunia II. Untuk memicu minat pada awal pelajarannya ini, guru dapat meminta semua siswa menuliskan jawaban dari pertanyaan berikut, “Menurut kalian, apakah Presiden Truman yang menjadi otak dalam peristiwa peledakan bom atom untuk mengakhiri Perang Dunia II? Mengapa?”
Selanjutnya, guru dapat membiarkan siswanya berbagi jawaban mereka untuk membentuk diskusi kelas. Setelah itu, guru mengambil sebuah jajak pendapat para siswa di kelas.
Para siswa yang tertarik dalam topik ini menjadikan guru lebih mudah untuk memulai pelajaran. Kemudian, pada akhir pelajaran, guru dapat mengambil polling lain untuk melihat, apakah pendapat mahasiswa telah berubah atau tidak.


2. Gunakan musik untuk mengajar

Musik merupakan salah satu alat pembelajaran paling sederhana dan merupakan cara yang bagus untuk memicu minat siswa. Sebagai contoh, saat mengajar pelajaran pada perdagangan budak dan “Middle Passage”, seorang guru pernah memperkenalkan topik dengan memainkan lagu Bob Marley berjudul “Buffalo Soldier” dan “Catch a Fire”


3. Gunakan video atau multimedia

Video adalah salah satu alat pengajaran paling sering disalahpahami dan disalahgunakan. Padahal, jika digunakan dengan benar, video dapat menjadi alat yang hebat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
Kuncinya adalah dengan menggunakan klip singkat dari film dan dokumenter dalam awal pelajaran, bukan di akhir pelajaran. Banyak film-film Hollywood atau film Nasional yang baik diterapkan dalam metode ini. Tetapi, Anda, guru, juga dapat menggunakan internet untuk men-download klip singkat dari film-film dokumenter tentang hal apapun untuk setiap tingkat kelas.


4. Hubungkan apa yang siswa pelajari dengan yang sedang terjadi di dunia nyata

Pada beberapa mata pelajaran, cara ini jelas lebih mudah dilakukan dari yang lain. Siswa perlu mengetahui “mengapa” mereka belajar sesuatu. Dengan menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan nyata akan membuat pembelajaran akan lebih bermakna. Siswa akan lebih tertarik dan akan menyimpan apa yang dipelajarinya dalam jangka waktu yang lama.


5. Hubungkan yang dipelajari siswa dengan hal-hal yang penting bagi mereka

Trik di sini adalah untuk mengetahui pribadi siswa dan belajar tentang hal-hal yang menjadi kegemaran mereka. Meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dapat sangat menantang, tapi ini merupakan elemen penting dalam tahap menjadi seorang guru yang efektif. Sebagai tambahan, guru juga akan menemukan dirinya menikmati proses mengajar, karena jauh lebih mudah dibandingkan ketika guru merasa terpaksa dalam menjalankannya.

Sabtu, 31 Maret 2012

Gangguan Belajar
Intervensi-intervensi untuk gangguan belajar umumnya menggunakan perspektif berikut (Lyon & Moats,1988)

1. Model Psikoedukasi
Menekankan pada kekuatan-kekuatan dan preferensi-preferensi anak daripada usaha untuk mengoreksi definisi yuang diduga mendasarinya.

2. Model Behavioral
Mengasumsikan bahwa belajar akademik dibangun diatas hierarki ketrampilan-ketrampilan dasar, atau perilaku yang memampukan (enabling behaviours).

3. Model Medis
Mengasumsikan bahwa gangguan belajar merupakan simtom-simtom dari defisiensi dalam pengolahan kognitif yang memiliki dasar biologis.

4. Model neuropsikologi
Berasal dari model psikoedukasi dan medis, diasumsikan bahwa gangguan belajar merefleksikan deficit dalam pengolahan informasi yang memiliki dasar biologis (model medis).

5. Model lingguistik
Berfokus pada defisiensi dasar dalam bahasa anak, seperti kegagalan untuk mengenali bagaimana suara-suara dan kata-kata saling dikaitkan untuk menciptakan arti, yang akan menimbulkan masalah dalam membaca, mengeja, dan menemukan kata-kata untuk mengekspresikan diri mereka.

6. Model kognitif
Berfokus pada bagaimana anak-anak mengatur pemikiran-pemikiran mereka ketika mereka balajar materi-materi akademik.