Selasa, 09 April 2013


Review Paedagogi

Paedagogi merupakan seni mengajar dan mendidik anak-anak.  Paedagogi saat ini merupakan paedagogi abad ke 21 yang berhubungan dengan paedagogi praktis. Paedagogi abad 21 dikenal juga dengan paedagogi progresif. Paedagogi progresif maksudnya adalah paedagogi yang juga dipengaruhi oleh perkembangan zaman seperti perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi dan TIK. Perkembangan ini mengasilkan perubahan dalam pembelajaran. Perkembangan ini juga mandorong paedagogi untuk melakukan beberapa perubahan terkait dengan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini. Paedagogi tidak dapat hanya dipahami secara ilmiah dan teori, tetapi juga harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Menjadikan sesuatu yang abstrak menjadi konkret.
Paedagogi termasuk dalam ilmu pengetahuan formal dan venakular. Paedagogi formal disebut juga paedagogi ilmiah sedangkan venakuler disebut juga dengan paedagogi praktis. Dalam hubungannya dengan paedagogi abad ke 21, paedagogi yang bersifat ilmiah yang merupakan hasil dari pengembangan prinsip-prinsip dan teori-teori yang berdasarkan pada penelitian diaplikasikan dalam pembelajaran secara praktis atau dipraktekkan.
Contohnya: dengan adanya kemajuan zaman terkhusus dalam bidang teknologi informasi, diketahui bahwa Negara-negara dibagian barat sudah melakukan pengajaran dalam membaca  pada usia 5 tahun atau usia Taman kanak-kanak. Di Indonesia pun dilakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui  usia anak yang tepat untuk memulai belajar membaca. Sebelumnya berdasarkan teori yang lama, usia yang tepat adalah 6 tahun, sehingga dalam prakteknya pengajaran membaca dilakukan ketika anak sudah memasuki usia 6 tahun saat berada di kelas 1 SD,  namun setelah dilakukan penelitian yang didasarkan pada teori-teori lainnya, disimpulkan bahwa usia yang tepat itu adalah 5 tahun. Praktek yang sebelumnya dilakukan ketika SD diubah menjadi belajar membaca ketika memasuki Taman Kanak-kanak.
Dari contoh diatas, dapat dilihat bahwa paedagogi progresif mendorong paedagogi formal harus diterapkan juga dalam paedagogi venakuler atau praktis. Penerapan ini berkaitan dengan studi sistematik. Studi yang sistematik dimulai dengan memperimbangkan tujuan pendidikan dan nilai-nilai yang mendukung pengajaran. Setelah mengetahui tujuan selanjutnya adalah mendalami tentang konsep-konsep pengajaran, memahami bagaimana paedagogi dapat dioperasionalkan di dalam kelas yang selanjutnya diterapkan dan dievaluasi hasilnya.
Paedagogi abad ke 21 ini berkaitan dengan fenomena kontemporer. Kontemporer yang dimaksud adalah bahwa paedagogi senantiasa melakukan perubahan-perubahan  yang bertujuan untuk mncapai kesempurnaan. Perubahan ini diakibatkan juga oleh perubahan-perubahan lingkungan yang berhubungan dengan teknologi dan Informasi. Dalam paedagogi kontemporer Guru diharapkan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan esensial yang bertujuan untuk mengembangkan pendidikan. Setelah mengajukan pertanyaan maka selanjutnya adalah guru melakukan paedagogi efektif. Paedagogi efektif menuntut keprofesionalan guru  dalam melakukan pembelajaran, dimana guru juga harus terus belajar agar dapat mengetahui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain peran guru yang sangat penting, dibutuhkan juga peran aktif dari siswa. Siswa belajar paling efektif, ketika guru mau melibatkan siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Terlibat aktif dapat dilakukan dengan mengenalkan siswa terhadap teknologi informasi yang baru dan membuat teknologi itu benar-benar berfungsi untuk mendukung proses belajar yang lebih efektif dan efisien.
Paedagogi kontemporer ini menghasilkan fenomena kontemporer. Dimana ketika terjadi perkembangan dalam bidang teknologi guru hanya menjelaskan perangkat dan fungsi-fungsi dari teknologi itu tanpa menjadikan teknologi itu menjadi menjadi sarana dan alat untuk belajar dengan lebih mudah. Contohnya dengan teknologi seperti computer dan internet seorang siswa dapat lebih mudah memperluas pengetahuan tentang mata pelajarannya denga menggunakan internet. Ketika menggunakan internet tersebut, siswa juga semakin dilatih untuk mengetik cepat.
Sedangkan fenomena lain  yang terjadi adalah, guru yang terlalu tergantung pada teknologi sehingga proses pengajaran oleh guru tersebut menjadi tidak dianggap menjadi sesuatu yang paling penting lagi. Contohnya, karena teknologi yang semakin memudahkan maka guru melakukan proses pembelajaran secara on line saja, tidak lagi dengan tatap muka. Padahal hal ini seharusnya dapat dilakukan dengan seimbang sehingga proses pembelajaran yang dilakukan benar-benar efektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar