Senin, 07 Oktober 2013

Pengalaman Diskusi Online 

Problem Based Learning

Pada saat diskusi online kemarin saya tidak berproses secara maksimal. Pada diskusi pertama saya sudah stay di warnet sebelum waktu yang ditentukan, namun saya g mail saya tidak dapat memunculkan chat. Saya sudah mengusahakan sampai pukul 21.00 namun tetap saja tidak bisa. Di diskusi kedua saya juga sudah online, tapi lagi-lagi saya tidak bisa terhubung dengan teman-teman lainnya. Saya sudah berusaha dengan menggunakan alamat email saudara saya dan 2 orang teman saya. Namun tetap saja tidak bisa. Saya mencoba untuk yang terakhir kalinya, dan akhirnya bisa. Saya ikut diskusi hanya untuk waku yang sebentar. Untuk itu saat ini saya mencoba menuliskan apa yang saya pikirkan.
Dari diskusi teman-teman sebelumnya saya sangat setuju bahwa yang menjadi masalah adalah ketidakaktifan mahasiswa di dalam kelas. Hipotesis yang kelompokmunculkan antara lain adalah kurangnya reinforcement dan kurangnya rasa memaknai sesuatu dari mahasiswa. Menurut saya hipotesis lainnya berhubungan dengan katidakaktifan ini berhubungan dengan teori pengkondisian klasik di ruang kelas. Teori mengatakan reaksi emosional negative mungkin melekat pada beberapa situasi yang sama yang menyebabkan perilaku menghindar dan tidak memperhatikan. Hal ini mungkin dialami secara umum oleh mahasiswa. Ketika ada arahan untuk bertanya atau menjawab mahasiswa cenderung untuk pasif. Mungkin ini juga berhubungan dengan perasaan naluriah manusia yang dibawa sejak lahir seperti adanya rasa takut. Ketika kami mengikuti kelas lain mulai dari siswa pastinya proses yang kami alami juga hampir sama. Contohnya guru yang bertanya apakah ada pertanyaan atau guru yang meminta siswa untuk menjawab. Terkadang tidak semua guru dan dosen tidak marah ketika peserta didiknya bertanya atau menjawab dengan kurang tepat, ada beberapa yang mungkin membuat hal ini menjadi pengalaman buruk. Pengalaman buruk ini diasosiasikan oleh mahasiswa dalam setiap kondisi. Sehingga mungkin saja hal ini menjadi salah satu penyebab yang mengakibatkan ketidakaktifan mahasiswa. Ada perasaan cemas. Seperti pengalaman saya sendiri, terkadang kecemasan saya mengalahkan niat saya untuk menjawab atau bertanya. Jika memang hal ini yang menjadi salah satu factor penyebab, maka cara mengatasinya terlebih dahulu adalah dengan mengurangi kecemasan mahasiswa ketika akan memasuki kelas dengan relasi yang lebih baik lagi. Secara umum berdasarkan pengalaman saya , Dosen sudah berusaha dan menekankan agar tidak perlu takut dan cemas ketika akan menjawab dan bertanya. Karena semua adalah proses belajar, segala sesuatunya tidak harus benar. Sementara jika dilihat dari mahasiswa, cara yang mungkin dapat dilakukan adalah mahasiswa sendiri harus dapat mengkondisikan dirinya dengan situasi kelas yang baru. Mengurangi kecemasan dengan pola pikir yang lebih baru. Semoga ini menjadi bahan pemikiran baru bagi kita semua yang mengikuti kuliah Psikologi Belajar.
SEMANGAT...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar